Homonim kata zhulumaat. 1.
Allah SWT berfirman:
خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَاَ نْزَلَ لَـكُمْ مِّنَ الْاَ نْعَا مِ ثَمٰنِيَةَ اَزْوَا جٍ ۗ يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنْۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمٰتٍ ثَلٰثٍ ۗ ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ فَاَ نّٰى تُصْرَفُوْنَ
kholaqokum min nafsiw waahidatin summa ja'ala min-haa zaujahaa wa anzala lakum minal-an'aami samaaniyata azwaaj, yakhluqukum fii buthuuni ummahaatikum kholqom mim ba'di kholqin fii zhulumaatin salaas, zaalikumullohu robbukum lahul-mulk, laaa ilaaha illaa huw, fa annaa tushrofuun
"Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan?"
QS. Az-Zumar (39): Ayat 6.
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Kata zhulumaat/kegelapan dalam ayat di atas diartikan perut, rahim dan selaput penutup janin. Kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim dan kegelapan dalam selaput yang menutup janin dalam rahim.
*Kamus Kecil Al-Qu'ran ( Homonim kata secara alfabetis).
22/12/19; 25 Rabiul Akhir 1441 H.
Minggu, 22 Desember 2019
Homonim kata zhulumaat.
Kamis, 28 November 2019
DO'A MENGHINDARI SIKSA KUBUR
Doa menghindari siksa kubur.
Imam Bukhari dan Ibnu Khuzaimah di dalam kitab shahihnya menerangkan, bahwa Rasulullah saw suatu ketika lewat di dekat sebuah pekuburan, tiba-tiba beliau mendengar suara rintihan dua orang ahli kubur yang mendapat siksa hebat.
Lalu Rasulullah saw bersabda :
" Dua orang ahli kubur ini mendapatkan siksa berat bukan karena melakukan perbuatan dosa besar. Salah seorang diantara mereka mendapatkan siksa karena kurang berhati-hati dalam bersuci ketika kencing. Dan satunya lagi karena ketika di dunia senang menyebarkan fitnah".
Banyak hadits Nabi saw menjelaskan bahwa siksa kubur yang dimulai dengan pertanyaan Malaikat Mungkar Nakir benar adanya.
Nabi saw sendiri mengajarkan kita do'a agar terhindar dari adzab kubur ini. Do'a yang dibaca di setiap akhir rakaat menjelang salam di akhir shalat.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qobr, wa min 'adzaabi jahannam, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid-dajjaal.
Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.
HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim 1/412. Lafal hadits ini dalam riwayat Muslim.
Rasulullah saw juga menyampaikan :
" Seorang mayit dlm kuburnya seperti orang yang tenggelam yang sedang meminta pertolongan. Dia menanti-nanti do'a ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila do'a itu sampai kepadanya, baginya lebih disukai dari pada dunia dan segala isinya.
Dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyampaikan do'a penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang yang hidup kepada yang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.
( HR. Ad-Daylami).
*Lembaran Da'wah keluarga 'Marhamah', ed. 1174,th. XVIII 1536 H/2015 M.
*ditulis menggunakan Simplenote ( text editor) dan SwiftKey Keyboard.
Jumat, 25 Oktober 2019
Ustman bin Affan
'Ustman bin 'Affan.
Jangan tertipu oleh kehidupan dunia.
'Ustman r.a berpesan :" Ingatlah, kalian berada di tempat yang terus berubah. Manfaatkanlah sisa umur kalian dengan baik. Bersiaplah menjemput ajal sebaik mungkin. Dan jangan lupa kematian pasti datang menjemput pada waktu yang tak terduga.
Ketahuilah, dunia ini dibentangkan penuh dengan tipuan.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَا خْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَا لِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَا زٍ عَنْ وَّا لِدِهٖ شَيْــئًا ۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakum wakhsyau yaumal laa yajzii waalidun 'aw waladihii wa laa mauluudun huwa jaazin 'aw waalidihii syai`aa, inna wa'dallohi haqqun fa laa taghurronnakumul-hayaatud-dun-yaa, wa laa yaghurronnakum billaahil-ghoruur
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah."
(QS. Luqman 31: Ayat 33)
* Mutiara Hikmah Kekasih Rasul/Hani Al-Hajj.
Rabu, 23 Oktober 2019
Jangan tertipu oleh kehidupan dunia
" Ingatlah, kalian berada di tempat yang terus berubah. Manfaatkanlah sisa umur kalian dengan baik. Bersiaplah menjemput ajal sebaik mungkin. Dan jangan lupa kematian pasti datang menjemput pada waktu yang tak terduga.
Ketahuilah, dunia ini dibentangkan penuh dengan tipuan.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَا خْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَا لِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَا زٍ عَنْ وَّا لِدِهٖ شَيْــئًا ۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakum wakhsyau yaumal laa yajzii waalidun 'aw waladihii wa laa mauluudun huwa jaazin 'aw waalidihii syai`aa, inna wa'dallohi haqqun fa laa taghurronnakumul-hayaatud-dun-yaa, wa laa yaghurronnakum billaahil-ghoruur
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah."
(QS. Luqman 31: Ayat 33)
* Mutiara Hikmah Kekasih Rasul/Hani Al-Hajj.
posted from Bloggeroid
Jumat, 11 Oktober 2019
Shalat Dhuha.
Dari Abdullah bin Amru berkata : " Rasulullah saw mengutus sekelompok pasukan, kemudian mereka mendapatkan ghanimah dan bersegera pulang, sehingga orang-orang membicarakan betapa sebentarnya peperangan mereka, banyaknya mendapatkan ghanimah, dan cepatnya kepulangan mereka.
Lalu Rasulullah saw bersabda bersabda :' Maukah saya tunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih dekat dari peperangan yang mereka lakukan, lebih banyak ghanimah yang mereka dapatkan, dan lebih cepat kembalinya? Barangsiapa yang berwudhu dan kemudian melangkahkan kakinya menuju masjid untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka peperangannya lebih dekat dari mereka lakukan, ghanimahnya lebih banyak dari yang mereka dapatkan, dan pulangnya lebih cepat dari kepulangan mereka'".
HR. Ahmad (2/172), dishahihkan Al-Albani.
Senin, 26 Agustus 2019
SHALAT ARBA'IIN
Shalat Arba'iin.
"Barang siapa shalat di masjidku 40 kali shalat tidak luput darinya satu shalat pun, maka ditulis baginya kebebasan dari Neraka dan siksa dan dia lepas dari kemunafikan".
Hr. Ahmad (lll/155), at-Thabarani dalam Mu'jam al-Ausah (ll/32 ), dari jalan Abdurrahman bin Abu Rijal dari Nubaith bin Umar dari Anas bin Malik.
Mereka bertiga dalam ilmu hadits disebut sanad yaitu jalur para perawi dalam meriwayatkan hadits.
Namun sayang sanad hadits ini lemah, dikarenakan salah seorang perawinya Nubaith bin Umar tidak dikenal oleh ahli hadits, kecuali dalam hadits ini saja. Dan beliau seorang perawi yang cacat dalam catatan para ulama ahli Hadits.
Kemudian lafadz hadits ini menyelisihi lafadz hadist yang shahih berkenaan dengan Hadits Shahih Arbain.
Maka dalam disiplin Ilmu Hadits, hadits di atas disebut Hadits Munkar, yaitu suatu hadits yang diriwayatkan perawi yang fasiq ( berbuat maksiat ) terang-terangan, banyak keliru serta pelupa. Karenanya Hadits Munkar ditolak, tidak bisa dipakai sebagai dalil atau pun pegangan.
Adapun hadits yang shahih :
" Barang siapa shalat 40 hari secara berjamaah dan mendapat takhbiratul ihram, maka ditulis baginya 2 kebebasan; Kebebasan dari Neraka dan Kebebasan dari Kemunafikan".
Jadi pengertian shalat Arbain tidak hanya mencukupkan Di Masjidil Nabawi saja seperti disebutkan dalam Hadits Munkar tentang Shalat Arbain.
Wallahu 'alam.
*Sumber : "Buletin Jum'at Masjid Jami' Ath-Thayyibah", ed. 63, jumat pertama sept. 2018.
Minggu, 11 Agustus 2019
BERBUAT BAIK DAN MEMAAFKAN
BERBUAT BAIK DAN MEMAAFKAN.
Keagungan ajaran Islam senantiasa tercermin pada pribadi Nabi Muhammad saw. Itulah yang menyebabkan umat manusia yang menyadarinya menyintai Rasulullah saw. Sepanjang hayat kehidupan beliau tidak pernah sedikitpun rasa dendam dan kebencian bersemayam dalam hatinya. Tidak pernah tersinggung atau marah karena urusan pribadi.
Beliau selalu memaafkan dan menyayangi, bahkan terhadap musuh yang memeranginya.
Salah satu nasehat beliau :" Man 'aafa iendal qudroti affallahu anhu yaumal usrotti " ( Barangsiapa memaafkan saat ia mampu membalas maka Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan).
( Hr. At-Thabarani ).
Nabi Muhammad saw memisahkan beberapa benda ( yang bermanfaat ) sebagaimana beliau biasa lakukan namun seorang Ashar berkata :" Demi Allah, pembagian ini dilakukan bukan karena Allah"
Rasulullah saw mendengar kata-kata tak benar ini dan sangat tersakiti karenanya. Ekspresi wajah beliau berubah dan hampir saja beliau marah, namun kemudian berkata :" Musa mengalami penghinaan lebih buruk daripada ini, dan ia menghadapi mereka, sehingga mereks merasa bosan dengan kesabaran".
Dengan kata-kata yang sedikit ini, kemarahan Nabi hilang dan hati beliau yang mulia dan penuh maaf pun tampak.
Seseorang minta idzin untuk menghadap Nabi saw dan beliau bersabda :" Biarkan ia masuk, apakah ia seorang anak yang jahat kepada sukunya atau saudara yang jahat kepada sukunya".
Ketika orang itu masuk Nabi saw berbicara kepadanya dengan ramah dan lembut.
Aisyah ra berkata :" Ya Rasulullah engkau mengatakan apa yang engkau katakan, kemudian engkau bicara kepadanya dengan ramah".
Beliau bersabda :" Ya, Aisyah, orang yang terburuk dalam pandangan Allah adalah orang yang dipandang ( diplototi ) oleh orang lain atau yang kepadanya manusia bersikap baik karena takut akan mulutnya yang tajam".
( Hr. Bukhari ).
Sahabat Nabi saw Abu Darda ra berkata :" Kami tersenyum kepada manusia, bahkan meskipun dalam hati kami mengutuk mereka "
sumber :" Lembaran Da'wah keluarga Marhamah, edisi 1189 th. XVIII 1436 H/2015 M".