Kamis, 21 Februari 2019
Umar Bin Khattab ( 4 ).
Sabtu, 16 Februari 2019
Umar Bin Khattab ( 2 )
Pesan Umar r.a :" Saudaraku, seseorang pernah datang kepadaku, dia adalah orang yang senang membaca al-Qur'an. Aku Kira ia membaca karena mengharap pahala Allah, ternyata dugaanku keliru.
Ada sekelompok orang yang membaca al-Qur'an karena mengharap balasan dari orang lain.
Jangan kalian lakukan hal seperti itu. Carilah ridha Allah dengan amal-amal kalian.
Aku mengenal kalian waktu wahyu turun dan Nabi masih ada di antara kita. Sekarang wahyu sudah terputus dan Nabi telah tiada. Aku mengenal kalian dengan apa yang kusampaikan kepada kalian.
Siapa saja yang memperlihatkan kebaikan kepada kita, kita pasti menduganya sebagai orang yang baik dan kita segera menyanjung kebaikkannya.
Sebaliknya siapa saja yang memperlihatkan keburukan, kita pasti menduganya sebagai orang yang tidak baik dan kita segera mengutuknya.
Kendalikanlah dan tundukkanlah hawa nafsu ini. Nafsu seperti ini selalu mengajak kepada kejahatan.
Kebenaran itu sangat berat dan pahit. Sementara kebathilan sangat ringan dan manis. Menghindari perbuatan salah jauh lebih baik daripada menyesalinya dengan taubat. Ingatlah, menuruti hawa nafsu sesaat hanya membuahkan penyesalan berlarut-larut.
Umar bin Khattab (1).
'Umar bin Khattab ra pernah memikul sekarung tepung untuk dibagikan kepada orang fakir. Sebagian sahabatnya berkata :" Biarkan saya yang memikul tepung ini ".
Umar menjawab :" Kalau begitu, siapa yang akan memikul dosa-dosaku pada Hari Kiamat?".
* Jangan takut mati.
" Tinggalkanlah setiap perbuatan yang membuat anda benci menghadapi kematian. Dengan demikian anda selalu siap menghadapi kematian itu".
* Pemimpin bertakwalah kepada Allah.
" Pemimpin yang berusaha menjauh, pasti dijauhi rakyatnya. Dan, orang yang paling sengsara adalah pemimpin yang menyengsarakan rakyatnya".
* Pencari dunia dan Pencari akhirat.
" Manusia terdiri 2 golongan. Pertama, pencari dunia. Golongan ini sebaiknya dijauhi. Bisa jadi setelah dia mendapatkan apa yang dia cari, dia malah celaka. Atau apa yang dicari itu tak tercapai, dan dia mati dalam buaian angan-angannya.
Kedua, pencari akhirat. Jika kalian melihatnya, maka berlombalah dengannya.
Umar Bin Khattab ( 3 ).
Yang paling aku khawatirkan dari kalian adalah bangga terhadap pendapat sendiri.
Ketahuilah orang yang mengaku sebagai orang cerdas sebenarnya adalah orang yang sangat bodoh. Orang yang mengatakan dirinya pasti masuk surga, dia akan masuk neraka.
* Nilai seseorang .
Nilai seseorang dilihat dari agamanya. Dasarnya adalah akal, dan wibawanya terletak pada akhlak.
* Jangan tertipu.
Jangan pernah tertipu oleh teriakan seseorang. Tapi akuilah orang yang menyampaikan amanah dan tidak menyakiti orang lain dengan tangan dan lidahnya.
Kalian jangan sampai tertipu oleh puasa dan shalat seseorang. Tapi perhatikan kejujuran, amanah dan wara'nya.
* Hidup bermasyarakat.
Aku tidak mungkin menyiksa orang yang durhaka kepada Allah seperti orang yang patuh dan taat.
Ambillah hikmah dari perilaku saudaraku. Jangan pernah mengira satu kalimatpun yang diucapkan seorang Muslim sebagai kejahatan, karena di dalamnya pasti ada kebaikan yang tersembunyi.
Jangan pernah menganggap enteng sumpah. Kalau kalian tetap melakukannya, Allah pasti menghinakan kalian.
Jangan pernah mengurus sesuatu yang tidak bermanfaat. Jangan banyak bertanya tentang sesuatu yang belum terjadi, hanya membuang waktu dan merepotkan.
Jangan pernah mencari musuh. Hati-hatilah dengan saudaramu, kecuali saudara yang jujur. Saudara yang jujur adalah yang takut kepada Allah
Khusyuklah ketika ziarah kubur. Merasa rendahlah ketika beribadah. Jika terlanjut
bermaksiat, segeralah bertobat. Selalu bermusyawarahlah dengan orang-orang yang takut kepada Allah dalam segala urusan.
Sumber :" Mutiara hikmah Kekasih Rasul", Hani Al-Hajj.
ditulis menggunakan Blogit.
Minggu, 27 Januari 2019
Abu Bakar r.a (2).
Abu Bakar r.a berkata :" Manusia yang paling sengsara adalah para raja. Dia melihat setiap orang yang mendatanginya sebagai budak. Mereka itu gegabah dan zalim.
Tahukah kalian, setiap raja yang berkuasa itu ajalnya menjadi pendek? Dia selalu dihantui oleh rasa takut dan sedih berkepanjangan. Dalam pandangannya sendiri, dia telah berbuat banyak, padahal rakyatnya merasa masih kurang bijaksana dan kurang adil. Dia selalu merasa kurang, padahal kekayaanya sudah bertumpuk".
*Jangan bercerai berai.
Abu Bakar ra berkata :
" Di mana orang-orang yang kalian kenal, ayah, anak-anak, saudara dan kerabat kalian ? Mereka telah mendapatkan segala yang pernah mereka lakukan. Setelah mati, mereka pasti bertemu dengan kesengsaraan atau kebahagiaan.
Saudaraku ! Ketahuilah, bahwa Allah itu hanya memberi kebaikan dan menghindarkan dari kejahatan bagi orang yang taat dan mengikuti semua perintah-Nya.
Jika kalian ingin selamat di dunia dan akhirat, maka dengar, patuh, dan taatlah kepada-Nya, dan jangan pula bercerai berai.
Bercerai-berai hanya akan memporak-porandakan tujuan kalian.
Bersatulah dalam menjalankan perintah Allah.
* Pesan kepada Umar bin Khattab.
Pesan Abu Bakar r.a :" Umar, setelah aku wafat nanti, aku menjadikanmu sebagai penggantiku. Pesanku, selalu bertakwalah kepada Allah.
Allah tidak mungkin menerima amal yang sunah jika yang fardhu belum ditunaikan.
Beratnya timbangan amal seseorang pada Hari Kiamat nanti karena kuantitas dan kualitas ibadahnya di dunia. Sungguh, timbangan amal itu menjadi berat karena dibebani amal baik. Dan ringannya timbangan amal tersebut karena kuantitas kejahatannya di dunia. Sungguh timbangan amal yang hanya dibebani amal jahat menjadi ringan.
Allah swt telah menyebut penduduk surga itu dengan amal baik dan mengampuni dosa mereka. Sungguh aku ingin seperti mereka. Dan Allah menyebut penghuni neraka dengan kejahatan mereka dan tidak mengingkari kebaikan mereka.
Sungguh, aku tidak ingin seperti mereka.
Allah swt menyebutkan keadilan bersamaan dengan ayat-ayat rahmat. Tentunya agar seseorang mengharap rahmat-Nya, takut terhadap siksaan-Nya, hanya mengharap kebenaran dari-Nya, dan tidak mencelakakan diri sendiri.
Umar, jika engkau telah menerima pesanku ini, jangan sampai orang yang tidak ada lebih kau cintai dari pada kematian. Kematian itu pasti mendatangimu.
Jika engkau tidak mengindahkan pesanku ini, jangan sampai orang yang tidak hadir, lebih engkau murkai dari pada kematian, sementara engkau tidak mungkin mampu menolak keputusan Allah".
*sumber " Mutiara Hikmah Kekasih Rasul", Hani Al-Hajj.
ditulis menggunakan blogit.
Sabtu, 26 Januari 2019
Abu Bakar ra. (1).
Shalat penebus neraka.
Setiap waktu shalat tiba, Abu Bakar ra berkata :" Berdiri dan padamkan api yang kalian nyalakan itu".
Maksudnya adalah; laksanakan shalat untuk menghapus dosa-dosa yang harus dihapus dengan api neraka itu - sebagaimana firman Allah swt.
Allah SWT berfirman:
وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَـفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗ اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِ ۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ ۚ
wa aqimish-sholaata thorofayin-nahaari wa zulafam minal-laiil, innal-hasanaati yuz-hibnas-sayyi`aat, zaalika zikroo liz-zaakiriin
"Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Perbuatan-perbuatan baik itu menghapus kesalahan-kesalahan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah)."
Pesan kepada Khalid bin Walid.
" Perbanyaklah bekal dan carilah penunjuk jalan. Jika utusan musuh mendatangimu, laranglah prajuritmu berbicara dengan mereka, sehingga utusan itu pergi tanpa mendapatkan informasi apapun tentang dirimu".
" Selain itu, jangan banyak berbicara, karena kunci kemenangan berasal dari ucapanmu. Jauhkan tempatmu dari tempat prajurit, karena tempat tinggal yang berdekatan dengan prajurit mempermudah mata-mata musuh mengintaimu. Jangan pernah membunuh musuh karena benci dan marah, karena hal itu dapat mencerai-beraikan kekuatanmu".
QS. Hud ( 11 ): 114)
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
sumber :" Mutiara hikmah Kekasih Rasul", Hani al-Hajj.
*ditulis menggunakan blogit.
Minggu, 20 Januari 2019
DHIMAD AL-AZDY.
DHIMAD Al-AZDY.
Dia berasal dari Azd Syanu'ah/Yaman, biasa memberi pengobatan dengan cara menghembuskan angin. Di Makkah, mendengar orang-orang berkata :" Sesungguhnya Muhammad adalah orang gila".
Dia berkata sendiri :" Aku akan menemui orang ini, siapa tahu Allah menyembuhkannya berkat pengobatanku".
Menemui beliau dan berkata :" Hai Muhammad, sesungguhnya aku biasa mengobati dengan hembusan angin. Apakah engkau memerlukannya?".
Rasulullah saw bersabda :" Sesungguhnya pujian itu bagi Allah. Kami memuji dan memohon pertolongan kepada-Nya. Siapa yang diberi petunjuk oleh Allah, tak seorangpun bisa menyesatkannya, dan siapa yang disesatkan Allah, tak seorangpun bisa memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada Ilah selain Allah semata, yang tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul-Nya".
"Tolong ulangi lagi semua kata-katamu tadi!", katanya. Beliau mengulangi hingga 3 kali.
Dhimad berkata :" Aku sudah pernah mendengar ucapan-ucapan tukang tenung, ucapan tukang sihir dan para penyair. Namun aku belum pernah mendengar seperti kata-katamu ini. Dan kami sudah menguasai kamus sedalam lautan. Berikan tanganmu, biar aku berbaiat atas nama Islam".
Maka Dhimad berbaiat menyatakan keislamannya.
sumber :" Sirah Nabawiyah", Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfury.