Selasa, 25 Agustus 2020
PERPADUAN ANTARA KETEGUHAN PADA PRINSIP ( STABAT ) DAN FLEKSIBILITAS ( MURUNAH ) (1).
Jumat, 14 Agustus 2020
Syukur 3
Minggu, 22 Desember 2019
Homonim kata zhulumaat.
Homonim kata zhulumaat. 1.
Allah SWT berfirman:
خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ ثُمَّ جَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَاَ نْزَلَ لَـكُمْ مِّنَ الْاَ نْعَا مِ ثَمٰنِيَةَ اَزْوَا جٍ ۗ يَخْلُقُكُمْ فِيْ بُطُوْنِ اُمَّهٰتِكُمْ خَلْقًا مِّنْۢ بَعْدِ خَلْقٍ فِيْ ظُلُمٰتٍ ثَلٰثٍ ۗ ذٰ لِكُمُ اللّٰهُ رَبُّكُمْ لَهُ الْمُلْكُ ۗ لَاۤ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ ۚ فَاَ نّٰى تُصْرَفُوْنَ
kholaqokum min nafsiw waahidatin summa ja'ala min-haa zaujahaa wa anzala lakum minal-an'aami samaaniyata azwaaj, yakhluqukum fii buthuuni ummahaatikum kholqom mim ba'di kholqin fii zhulumaatin salaas, zaalikumullohu robbukum lahul-mulk, laaa ilaaha illaa huw, fa annaa tushrofuun
"Dia menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam) kemudian darinya Dia jadikan pasangannya dan Dia menurunkan delapan pasang hewan ternak untukmu. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang memiliki kerajaan. Tidak ada tuhan selain Dia; maka mengapa kamu dapat dipalingkan?"
QS. Az-Zumar (39): Ayat 6.
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Kata zhulumaat/kegelapan dalam ayat di atas diartikan perut, rahim dan selaput penutup janin. Kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim dan kegelapan dalam selaput yang menutup janin dalam rahim.
*Kamus Kecil Al-Qu'ran ( Homonim kata secara alfabetis).
22/12/19; 25 Rabiul Akhir 1441 H.
Kamis, 28 November 2019
DO'A MENGHINDARI SIKSA KUBUR
Doa menghindari siksa kubur.
Imam Bukhari dan Ibnu Khuzaimah di dalam kitab shahihnya menerangkan, bahwa Rasulullah saw suatu ketika lewat di dekat sebuah pekuburan, tiba-tiba beliau mendengar suara rintihan dua orang ahli kubur yang mendapat siksa hebat.
Lalu Rasulullah saw bersabda :
" Dua orang ahli kubur ini mendapatkan siksa berat bukan karena melakukan perbuatan dosa besar. Salah seorang diantara mereka mendapatkan siksa karena kurang berhati-hati dalam bersuci ketika kencing. Dan satunya lagi karena ketika di dunia senang menyebarkan fitnah".
Banyak hadits Nabi saw menjelaskan bahwa siksa kubur yang dimulai dengan pertanyaan Malaikat Mungkar Nakir benar adanya.
Nabi saw sendiri mengajarkan kita do'a agar terhindar dari adzab kubur ini. Do'a yang dibaca di setiap akhir rakaat menjelang salam di akhir shalat.
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qobr, wa min 'adzaabi jahannam, wa min fitnatil mahyaa wal mamaat, wa min syarri fitnatil masiihid-dajjaal.
Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur, siksa neraka Jahanam, fitnah kehidupan dan setelah mati, serta dari kejahatan fitnah Almasih Dajjal.
HR. Al-Bukhari 2/102 dan Muslim 1/412. Lafal hadits ini dalam riwayat Muslim.
Rasulullah saw juga menyampaikan :
" Seorang mayit dlm kuburnya seperti orang yang tenggelam yang sedang meminta pertolongan. Dia menanti-nanti do'a ayah, ibu, anak dan kawan yang terpercaya. Apabila do'a itu sampai kepadanya, baginya lebih disukai dari pada dunia dan segala isinya.
Dan sesungguhnya Allah Azza wa Jalla menyampaikan do'a penghuni dunia untuk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang yang hidup kepada yang mati ialah mohon istighfar kepada Allah untuk mereka dan bersedekah atas nama mereka.
( HR. Ad-Daylami).
*Lembaran Da'wah keluarga 'Marhamah', ed. 1174,th. XVIII 1536 H/2015 M.
*ditulis menggunakan Simplenote ( text editor) dan SwiftKey Keyboard.
Jumat, 25 Oktober 2019
Ustman bin Affan
'Ustman bin 'Affan.
Jangan tertipu oleh kehidupan dunia.
'Ustman r.a berpesan :" Ingatlah, kalian berada di tempat yang terus berubah. Manfaatkanlah sisa umur kalian dengan baik. Bersiaplah menjemput ajal sebaik mungkin. Dan jangan lupa kematian pasti datang menjemput pada waktu yang tak terduga.
Ketahuilah, dunia ini dibentangkan penuh dengan tipuan.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَا خْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَا لِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَا زٍ عَنْ وَّا لِدِهٖ شَيْــئًا ۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakum wakhsyau yaumal laa yajzii waalidun 'aw waladihii wa laa mauluudun huwa jaazin 'aw waalidihii syai`aa, inna wa'dallohi haqqun fa laa taghurronnakumul-hayaatud-dun-yaa, wa laa yaghurronnakum billaahil-ghoruur
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah."
(QS. Luqman 31: Ayat 33)
* Mutiara Hikmah Kekasih Rasul/Hani Al-Hajj.
Rabu, 23 Oktober 2019
Jangan tertipu oleh kehidupan dunia
" Ingatlah, kalian berada di tempat yang terus berubah. Manfaatkanlah sisa umur kalian dengan baik. Bersiaplah menjemput ajal sebaik mungkin. Dan jangan lupa kematian pasti datang menjemput pada waktu yang tak terduga.
Ketahuilah, dunia ini dibentangkan penuh dengan tipuan.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَا خْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَا لِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَا زٍ عَنْ وَّا لِدِهٖ شَيْــئًا ۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakum wakhsyau yaumal laa yajzii waalidun 'aw waladihii wa laa mauluudun huwa jaazin 'aw waalidihii syai`aa, inna wa'dallohi haqqun fa laa taghurronnakumul-hayaatud-dun-yaa, wa laa yaghurronnakum billaahil-ghoruur
"Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah."
(QS. Luqman 31: Ayat 33)
* Mutiara Hikmah Kekasih Rasul/Hani Al-Hajj.
posted from Bloggeroid
Jumat, 11 Oktober 2019
Shalat Dhuha.
Dari Abdullah bin Amru berkata : " Rasulullah saw mengutus sekelompok pasukan, kemudian mereka mendapatkan ghanimah dan bersegera pulang, sehingga orang-orang membicarakan betapa sebentarnya peperangan mereka, banyaknya mendapatkan ghanimah, dan cepatnya kepulangan mereka.
Lalu Rasulullah saw bersabda bersabda :' Maukah saya tunjukkan kalian kepada sesuatu yang lebih dekat dari peperangan yang mereka lakukan, lebih banyak ghanimah yang mereka dapatkan, dan lebih cepat kembalinya? Barangsiapa yang berwudhu dan kemudian melangkahkan kakinya menuju masjid untuk melaksanakan shalat Dhuha, maka peperangannya lebih dekat dari mereka lakukan, ghanimahnya lebih banyak dari yang mereka dapatkan, dan pulangnya lebih cepat dari kepulangan mereka'".
HR. Ahmad (2/172), dishahihkan Al-Albani.
Senin, 26 Agustus 2019
SHALAT ARBA'IIN
Shalat Arba'iin.
"Barang siapa shalat di masjidku 40 kali shalat tidak luput darinya satu shalat pun, maka ditulis baginya kebebasan dari Neraka dan siksa dan dia lepas dari kemunafikan".
Hr. Ahmad (lll/155), at-Thabarani dalam Mu'jam al-Ausah (ll/32 ), dari jalan Abdurrahman bin Abu Rijal dari Nubaith bin Umar dari Anas bin Malik.
Mereka bertiga dalam ilmu hadits disebut sanad yaitu jalur para perawi dalam meriwayatkan hadits.
Namun sayang sanad hadits ini lemah, dikarenakan salah seorang perawinya Nubaith bin Umar tidak dikenal oleh ahli hadits, kecuali dalam hadits ini saja. Dan beliau seorang perawi yang cacat dalam catatan para ulama ahli Hadits.
Kemudian lafadz hadits ini menyelisihi lafadz hadist yang shahih berkenaan dengan Hadits Shahih Arbain.
Maka dalam disiplin Ilmu Hadits, hadits di atas disebut Hadits Munkar, yaitu suatu hadits yang diriwayatkan perawi yang fasiq ( berbuat maksiat ) terang-terangan, banyak keliru serta pelupa. Karenanya Hadits Munkar ditolak, tidak bisa dipakai sebagai dalil atau pun pegangan.
Adapun hadits yang shahih :
" Barang siapa shalat 40 hari secara berjamaah dan mendapat takhbiratul ihram, maka ditulis baginya 2 kebebasan; Kebebasan dari Neraka dan Kebebasan dari Kemunafikan".
Jadi pengertian shalat Arbain tidak hanya mencukupkan Di Masjidil Nabawi saja seperti disebutkan dalam Hadits Munkar tentang Shalat Arbain.
Wallahu 'alam.
*Sumber : "Buletin Jum'at Masjid Jami' Ath-Thayyibah", ed. 63, jumat pertama sept. 2018.
Minggu, 11 Agustus 2019
BERBUAT BAIK DAN MEMAAFKAN
BERBUAT BAIK DAN MEMAAFKAN.
Keagungan ajaran Islam senantiasa tercermin pada pribadi Nabi Muhammad saw. Itulah yang menyebabkan umat manusia yang menyadarinya menyintai Rasulullah saw. Sepanjang hayat kehidupan beliau tidak pernah sedikitpun rasa dendam dan kebencian bersemayam dalam hatinya. Tidak pernah tersinggung atau marah karena urusan pribadi.
Beliau selalu memaafkan dan menyayangi, bahkan terhadap musuh yang memeranginya.
Salah satu nasehat beliau :" Man 'aafa iendal qudroti affallahu anhu yaumal usrotti " ( Barangsiapa memaafkan saat ia mampu membalas maka Allah akan memberinya maaf pada hari kesulitan).
( Hr. At-Thabarani ).
Nabi Muhammad saw memisahkan beberapa benda ( yang bermanfaat ) sebagaimana beliau biasa lakukan namun seorang Ashar berkata :" Demi Allah, pembagian ini dilakukan bukan karena Allah"
Rasulullah saw mendengar kata-kata tak benar ini dan sangat tersakiti karenanya. Ekspresi wajah beliau berubah dan hampir saja beliau marah, namun kemudian berkata :" Musa mengalami penghinaan lebih buruk daripada ini, dan ia menghadapi mereka, sehingga mereks merasa bosan dengan kesabaran".
Dengan kata-kata yang sedikit ini, kemarahan Nabi hilang dan hati beliau yang mulia dan penuh maaf pun tampak.
Seseorang minta idzin untuk menghadap Nabi saw dan beliau bersabda :" Biarkan ia masuk, apakah ia seorang anak yang jahat kepada sukunya atau saudara yang jahat kepada sukunya".
Ketika orang itu masuk Nabi saw berbicara kepadanya dengan ramah dan lembut.
Aisyah ra berkata :" Ya Rasulullah engkau mengatakan apa yang engkau katakan, kemudian engkau bicara kepadanya dengan ramah".
Beliau bersabda :" Ya, Aisyah, orang yang terburuk dalam pandangan Allah adalah orang yang dipandang ( diplototi ) oleh orang lain atau yang kepadanya manusia bersikap baik karena takut akan mulutnya yang tajam".
( Hr. Bukhari ).
Sahabat Nabi saw Abu Darda ra berkata :" Kami tersenyum kepada manusia, bahkan meskipun dalam hati kami mengutuk mereka "
sumber :" Lembaran Da'wah keluarga Marhamah, edisi 1189 th. XVIII 1436 H/2015 M".
Sabtu, 03 Agustus 2019
KEGAGAHAN IMAM MALIK.
WA AMMAA BINI'MATI RABBIKA FAHADDITS.
Imam Malik bertubuh tinggi, besar dan suka berpakaian yang baik dan bersih. Namun beliau kerap berkata di hadapan orang banyak :" Cinta keduniaan itu menjadi pokok segala kesalahan".
Pada saat akan shalat Jum'at beliau berpakaian serba indah dan bagus. Kira-kira seharga lebih dari 100 dinar.
Pada satu jum'at beliau berjalan menuju masjid dan bertemu seorang kenalan ( Yahudi ) yang berkata :
" Wahai tuan guru! Saya heran melihat engkau. Saya kerap mendengar engkau menerangkan tercela dan hinanya orang yang cinta keduniaan dan kekayaan serta kemewahan hidup di dunia. Kini saya lihat engkau dalam keadaan sebaliknya. Pakaian yang engkau pakai itu semuanya menunjukkan bahwa engkau seorang yang cinta keduniaan dan suka kemewahan hidup di dunia ini, bukan?"
Imam Malik tersenyum dan berkata :
" Oh saudara. Benar aku sering mencela orang yang cinta keduniaan dan suka kemewahan hidup di dunia. Tetapi tidakkah saudara ingat, aku sering membacakan firman Allah " wa ammaa bini'mati rabbika fahaddits " ( adapun kepada kurnia Tuhanmu - Muhamnad -, maka hendaklah engkau ceriterakan!'). Jadi berpakaian seperti ini, tidak lain aku hendak menceriterakan, menyatakan dan memperlihatkan ni'mat kurnia Allah yang diberikan kepadaku. Saudara hendaknya jangan salah terima!".
Orang Yahudi seketika memalingkan muka dan beliau meneruskan perjalanan ke masjid.
Beliau berpakaian seakan-akan seorang hartawan besar, tampak seperti orang yang cinta kemuliaan dan suka kemewahan hidup dunia.
*sumber : " Biography Empat Serangkai Imam Mazhab"/K.H. Munawar Khalil, Penerbit Bulan Bintang, 1977.
Selasa, 30 Juli 2019
IMAM HANAFI TERHADAP BID'AH.
1. Hendaklah kalian mengikuti akan atsar ( bekas pimpinan orang terdahulu di masa Nabi dan para sahabat ); dan jauhkanlah pendapat-pendapat orang dalam urusan, walaupun dihiasi dengan kata-kata yang manis. Sesungguhnya urusan agama itu terang, gilang-gemilang. Dan kamu hendaknya di atas jalan yang lurus.
2. Jauhkanlah olehmu akan perbuatan bid'ah dan mencari-cari bid'ah serta melampaui batas dalam urusan agama. Hendaklah kamu mengikuti perkara-perkara yang awal ( mengikuti pimpinan Rasulullah saw ).
3. Hendaklah kamu mengikuti atsar, dan jauhilah olehmu akan tiap-tiap perkara baru, karena yang baru dalam urusan ibadah adalah bid'ah.
Jumat, 26 Juli 2019
IMAM HANAFI DAN HADITS.
IMAM HANAFI DAN HADITS.
Imam Hanafi bermimpi bahwa beliau telah menggali makam Rasulullah saw dan mengumpulkan tulang belulangnya.
Imam Yahya bin Nashar pernah menanyakan kepada beliau :" Apa ibarat mimpi itu?".
Beliau menjawab : " Mendengar keterangan dari selain saya itu lebih baik, maka tanyakanlah kepada orang lain".
Yahya bin Nashar mendesak :" Bagaimanapun juga saya ingin mendengar keterangan dari engkau sendiri tentang ta'bir mimpi itu".
Dengan ini maka beliau berkata :" Orang yang mimpi impian seperti itu akan menghidupkan ilmu pengetahuan yang telah dimatikan; dan atau menghidupkan Sunnah Nabi saw yang telah dipadamkan".
Dalam kenyataan, beliau adalah seorang alim besar yang amat cinta kepada sunnah Nabi saw dan ilmu hadits.
- Pesan beliau kepada para murid : "Jauhilah olehmu membicarakan urusan Agama Allah dengan kemauan fikiran, dan hendaklah kamu benar-benar ikut Sunnah Nabi saw, karena barangsiapa keluar dari Sunnah, tentu sesatlah adanya".
- Suatu hari seorang ahli ilmu dari Kufah datang ke rumah Imam Hanafi, sedang beliau baru membaca Hadits Nabi saw.
Tiba-tiba orang itu berkata :" Marilah kita meninggalkan Hadits itu, tidak perlu mengikutinya"
Seketika beliau sangat marah dan berkata :" Jika tidak ada Sunnah/Hadits, seseorang dari kita tidak akan dapat mengerti Al-Qur'an".
- Suatu hari Imam Hanafi ditanya : " Umumnya orang, dewasa ini tidak begitu suka mengamalkan pimpinan Hadits, padahal mereka suka mendengarkannya?"
Jawab beliau :" Mereka suka mendengar Hadits-Hadits Nabi saw. itu, berartilah mereka itu akan suka mengerjakannya".
- Imam Hanafi pernah berkata : " Tidak patut bagi seseorang, bila ia bicara perihal urusan agama, melainkan jika mengerti bahwa yang menerima syariat itu ialah Rasulullah saw".
- Imam Hanafi berkata :" Manusia tetap di dalam kebajikan, selama di kalangan mereka itu ada yang menuntut ilmu Hadits. Apabila mereka mempelajari ilmu apapun, tetapi tidak ada yang mempelajari ilmu Hadits, tentu binasalah mereka.
Rabu, 24 Juli 2019
KETEGUHAN JIWA IMAM HANAFY.
KETEGUHAN JIWA IMAM HANAFY.
Diriwayatkan oleh Imam Al-Qadhy bin Ka'as.
Pada suatu hari Imam Abu Hanifah sedang di masjid, ketika itu jatuhlah seekor ular dari atap ke atas pangkuannya. Beliau tidak berubah wajahnya, tidak gentar dan tidak pindah dari tempatnya.
Bahkan beliau berkata :" Tidak akan ada bahaya menimpa kita, melainkan apa yang telah ditulis oleh Allah pada kita"
Perkataan ini sesungguhnya terambil dari ayat Al-Qur'an :" Qul lan yushibana illa ma katabal'Lahu lana".
Ular besar tadi lalu dipegang dengan tangan kiri beliau lalu dilemparkannya, dengan tidak membahayakan bagi beliau. Dengan tenang, beliau tetap ditempat duduknya.
Peristiwa ini menunjukkan bahwa beliau adalah seorang yang berjiwa teguh, berhati baja, pemberani, tidak gentar menghadapi sesuatu yang dianggap membahayakan oleh sebagian orang.
Bahwa beliau adalah seorang yang berjiwa teguh, berhati baja, berani, tidak takut menghadapi sesuatu yang berbahaya. Tidak takut menghadapi bahaya dalam nenegakkan kebenaran yang telah diyakini.
* sumber :" Biography Empat Serangkai Imam Mazhab"/K.H. Munawar Khalil/Penerbit Bulan Bintang 1977.
Senin, 22 Juli 2019
Kelapangan dada Imam Hanafi.
Isham bin Yusuf berkata :" Pada suatu hari ada seorang lelaki berdiri di halaman masjid, mencela dan nencaci maki Imam Abu Hanifah dengan mulutnya yang kasar dan tidak sopan.
Padahal beliau sedang mengajar di depan orang banyak di dalam masjid itu. Beliau tidak mengindahkannya dan tidak pula memalingkan muka kepada orang itu ; tidak menjawab sepatahpun, bahkan para sahabat dilarang menghadapkan muka ke orang itu.
Setelah beliau selesai mengajar, lalu berdiri dan pulang ke rumahnya tanpa mau menengok orang yang tak sopan tersebut. Orang itu mengikuti beliau dengan tidak berbuat sesuatupun.
Sesampai di depan pintu rumahnya, beliau memutar badan menghadapkan muka kepada laki-laki tersebut.
Beliau berkata :" Ini rumahku. Maka bila kamu masih mempunyai kehendak mencaci maki aku, dan masih menyimpan perkataan-perkataan yang akan disampaikan kepadaku, katakanlah semuanya, agar kamu tidak menyimpan perkataan-perkataan yang kasar dan buruk itu!".
Lelaki itu merasa malu dan meminta maaf kepada beliau. Beliau memaafkannya.
* sumber : " Biography Empat Serangkai Imam Mazhab/K.H. Munawar Khalil", Bulan Bintang,1977.
Senin, 17 Juni 2019
Fudhail bin Iyadh.
Fudhail bin Iyadh.
Allah SWT berfirman:
اَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اَن
ْ تَخْشَعَ قُلُوْبُهُمْ لِذِكْرِ اللّٰهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَـقِّ ۙ وَلَا يَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلُ فَطَا لَ عَلَيْهِمُ الْاَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوْبُهُمْ ۗ وَكَثِيْرٌ مِّنْهُمْ فٰسِقُوْنَ
a lam ya`ni lillaziina aamanuuu an takhsya'a quluubuhum lizikrillaahi wa maa nazala minal-haqqi wa laa yakuunuu kallaziina uutul-kitaaba ming qoblu fa thoola 'alaihimul-amadu fa qosat quluubuhum, wa kasiirum min-hum faasiquun
"Belum tibakah waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk secara khusyuk mengingat Allah dan mematuhi kebenaran yang telah diwahyukan ( kepada mereka ) dan janganlah mereka ( berlaku ) seperti orang-orang yang telah menerima Kitab sebelum itu, kemudian mereka melalui masa yang panjang sehingga hati mereka menjadi keras. Dan banyak di antara mereka menjadi orang-orang fasik."
QS. Al-Hadid ( 57 ): 16.
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com
Allah memberi pertaubatan kepada Al-Fudhail bin Iyadh dengan jalan tanpa sengaja ia mendengar ayat tersebut di atas.
Ia menjawab :" Tentu, sekarang waktunya".
Ia adalah ahli ibadah dan zuhud, Ulama dan wali. Lahir di Khurasan, lalu menetap di Mekah. Masa mudanya sebagai perampok. Wafat 187 H. ( al-Bidayah wa anl-Nihayah ).
*sumber :" Agar anda dicintai Allah swt, 10 kiat dari Al-Imam Ibn Qayyim ra/Abdul Azis Mustafa".
Selasa, 12 Maret 2019
DZIKIR
DZIKIR ( etimology ).
- bersumber dari kata : dzakara yadzkuru dzikran wadzukran : keadaan tidak diam tidak lupa.
- dzikir : maa zalaa dzaaka minni'ala dzikrin aw dzukrin ..... ( hal itu selalu dalam ingatanku .... ).
- dzikir : apa yang engkau ingat dan diucapkan oleh lisanmu lalu engkau tampakkan.
- dzikir dilakukan dengan hati : maa zala dzaaka minni'ala dzikrin ( hal itu selalu dalam ingatanku ), aku belum melupakannya ....
- dzikir bermakna kemuliaan dan kemasyhuran.
- Allah SWT berfirman: وَاِ نَّهٗ لَذِكْرٌ لَّكَ وَلِقَوْمِكَ ۚ وَسَوْفَ تُسْئَـلُوْنَ wa innahuu lazikrul laka wa liqoumik, wa saufa tus`aluun
"Dan sungguh, Al-Qur'an itu benar-benar suatu peringatan bagimu dan bagi kaummu, dan kelak kamu akan diminta pertanggungjawaban."
QS. Az-Zukhruf ( 43 ): 44.
3 huruf dzal, kaf dan raa merupakan asal kata ini, berarti ingat. Digunakan dalam istilah dzikir dengan lisan. Lafazh ini juga dimaksudkan untuk sesuatu yang tinggi dan mulia berdasar qiyas.
Adz-dzikir, adz-dzikra, adz-dizkrah merupakan lawan kata dari lupa.
Dzikir juga berarti kemashyuran dan keagungan, seperti dalam firman Allah.
QS. Shaad ( 38 ) : 1. " Shaad, demi al-Qur'an yang mempunyai keagungan ".
Tadzakartuhu : aku mengingatnya. Adzajartuhu ghairi wa dzakartuhu : saya membuat orang lain ingat akan hal itu.
QS. Yusuf ( 12 ): 45.
" Dan teringat ( kepada Yusuf ) sesudah beberapa waktu lamanya".
Adz-dzikir bermakna menghapal sesuatu dan mengingatnya atau sesuatu yg mengalir di lisan.
Kesimpulan :
1. Dzikir : lawan kata lupa ( dengan hati atau dalam fikiran ).
2. Dzikir : apa yang mengalir di lisan.
3. Dzikir berarti kemuliaan dan kemasyhuran.
* Sumber : Dzikir bersama Nabi saw. / Abdurrahman Mahmud Khalifah.
Kamis, 21 Februari 2019
Umar Bin Khattab ( 4 ).
Sabtu, 16 Februari 2019
Umar Bin Khattab ( 2 )
Pesan Umar r.a :" Saudaraku, seseorang pernah datang kepadaku, dia adalah orang yang senang membaca al-Qur'an. Aku Kira ia membaca karena mengharap pahala Allah, ternyata dugaanku keliru.
Ada sekelompok orang yang membaca al-Qur'an karena mengharap balasan dari orang lain.
Jangan kalian lakukan hal seperti itu. Carilah ridha Allah dengan amal-amal kalian.
Aku mengenal kalian waktu wahyu turun dan Nabi masih ada di antara kita. Sekarang wahyu sudah terputus dan Nabi telah tiada. Aku mengenal kalian dengan apa yang kusampaikan kepada kalian.
Siapa saja yang memperlihatkan kebaikan kepada kita, kita pasti menduganya sebagai orang yang baik dan kita segera menyanjung kebaikkannya.
Sebaliknya siapa saja yang memperlihatkan keburukan, kita pasti menduganya sebagai orang yang tidak baik dan kita segera mengutuknya.
Kendalikanlah dan tundukkanlah hawa nafsu ini. Nafsu seperti ini selalu mengajak kepada kejahatan.
Kebenaran itu sangat berat dan pahit. Sementara kebathilan sangat ringan dan manis. Menghindari perbuatan salah jauh lebih baik daripada menyesalinya dengan taubat. Ingatlah, menuruti hawa nafsu sesaat hanya membuahkan penyesalan berlarut-larut.
Umar bin Khattab (1).
'Umar bin Khattab ra pernah memikul sekarung tepung untuk dibagikan kepada orang fakir. Sebagian sahabatnya berkata :" Biarkan saya yang memikul tepung ini ".
Umar menjawab :" Kalau begitu, siapa yang akan memikul dosa-dosaku pada Hari Kiamat?".
* Jangan takut mati.
" Tinggalkanlah setiap perbuatan yang membuat anda benci menghadapi kematian. Dengan demikian anda selalu siap menghadapi kematian itu".
* Pemimpin bertakwalah kepada Allah.
" Pemimpin yang berusaha menjauh, pasti dijauhi rakyatnya. Dan, orang yang paling sengsara adalah pemimpin yang menyengsarakan rakyatnya".
* Pencari dunia dan Pencari akhirat.
" Manusia terdiri 2 golongan. Pertama, pencari dunia. Golongan ini sebaiknya dijauhi. Bisa jadi setelah dia mendapatkan apa yang dia cari, dia malah celaka. Atau apa yang dicari itu tak tercapai, dan dia mati dalam buaian angan-angannya.
Kedua, pencari akhirat. Jika kalian melihatnya, maka berlombalah dengannya.